Kunjungi Expo Pendidikan Erau Adat Kutai 2026, Bupati Kukar Tekankan Potensi Anak tak Hanya Soal Akademik
Bupati Kukar, Aulia
Rahman Basri bersama istri, Andi Deezca Pravidhia Aulia saat meninjau stan Expo
Pendidikan Erau Adat Kutai 2026. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Kunjungan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri ke stan Expo Pendidikan Erau Adat Kutai 2026 menjadi kesempatan untuk melihat langsung kreativitas dan potensi yang dikembangkan para siswa.
Dari berbagai karya
yang dipamerkan sekolah, ia menilai kemampuan anak tidak seharusnya hanya
dilihat dari capaian akademik, karena setiap siswa memiliki bakat berbeda yang
perlu mendapatkan ruang untuk berkembang.
Hal tersebut
disampaikannya usai meninjau stan Expo Pendidikan Erau Adat Kutai 2026 dan
melihat langsung beragam karya serta program unggulan sekolah yang dikembangkan
melalui kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler di Stadion Rondong Demang,
Kecamatan Tenggarong, Jumat (25/9/2026).
Ia mengatakan,
keberagaman karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan
yang berbeda-beda.
Menurutnya, kemampuan
tersebut perlu mendapatkan perhatian agar setiap anak dapat berkembang sesuai
potensi yang dimilikinya.
“Kita selalu
menyampaikan bahwa anak-anak kita tidak semuanya harus pintar matematika.
Anak-anak kita tidak semuanya harus pintar IPA. Tetapi ada juga anak-anak kita
yang pintarnya dalam segi menari, menyanyi, mereka pintar bertutur, mereka
pintar berdongeng,” ujarnya.
Ia menekankan,
perbedaan bakat tersebut bukan menjadi pembeda dalam pendidikan, melainkan
potensi yang dapat dikembangkan untuk membentuk generasi muda dengan kemampuan
yang beragam.
“Semua punya
potensi-potensi yang harus kita kembangkan sesuai dengan potensi yang ada di
dalam diri mereka,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi
sekolah yang berpartisipasi dalam Expo Pendidikan. Ia menilai karya yang
ditampilkan menunjukkan adanya upaya sekolah memberikan ruang kepada siswa
untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran akademik.
“Kepada pihak sekolah
tadi yang sudah mengikuti Expo, kami ucapkan selamat. Luar biasa apa-apa yang
sudah dihasilkan, baik itu melalui kegiatan formal, pendidikan maupun kegiatan
ekstrakurikuler,” ungkapnya.
Menurutnya,
pengembangan potensi siswa perlu berjalan seiring dengan kemampuan sekolah
dalam mengikuti perkembangan dunia pendidikan.
Ia menyebut sekolah
di Kukar telah berupaya menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan dan
kondisi kekinian.
“Alhamdulillah
sekolah-sekolah kita dengan kurikulum terbaru yang dimodifikasi itu sudah
berusaha untuk mengadopsi dan beradaptasi dengan situasi-situasi kekinian,”
kata dia.
Ia berharap berbagai
karya yang ditampilkan dalam Expo tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya,
pengalaman tersebut harus menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri
dan kemampuan siswa untuk menghadapi masa depan.
“Tadi kita sudah
melihat dari apa yang dipertunjukkan dan mudah-mudahan ini salah satu penanda
bahwa Kukar ke depan itu jauh lebih baik lagi, punya masa depan, punya generasi
masa depan yang lebih cerah lagi, punya generasi masa depan yang siap membangun
Kukar ke depannya,” ucapnya.
Selain bidang
pendidikan, ia melihat rangkaian Erau Adat Kutai 2026 sebagai momentum untuk
memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Ia mengatakan
kegiatan Erau tidak hanya menghadirkan agenda sakral, tetapi juga berbagai
kegiatan yang dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Memang kita berharap
dari kegiatan Erau Tahun 2026, selain ada acara sakral, juga kita melaksanakan
acara-acara seremonial yang ditujukan untuk peningkatan ekonomi warga
masyarakat yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Ia berharap
keberadaan berbagai stan dan kegiatan selama Expo dapat memperlihatkan potensi
masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah.
Hal tersebut dinilai
penting di tengah kondisi ekonomi yang masih mengalami tekanan.
“Kita berharap
kegiatan ini sekali lagi memberikan manfaat yang seluas-luasnya untuk warga
masyarakat Kukar di tengah kontraksi ekonomi yang kita rasakan cukup berarti.
Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini kita bisa meningkatkan lagi gairah
perekonomian di Kukar,” harapnya.
Sementara itu, salah
satu sekolah yang menampilkan inovasi dalam Expo Pendidikan ialah SMP Negeri 1
Tenggarong Seberang.
Kepala SMP Negeri 1
Tenggarong Seberang, Mujianto mengatakan, sekolahnya membawa tiga program
unggulan, yakni budidaya melon, budidaya ikan lele dan pembuatan jamu berbahan
tanaman obat keluarga (TOGA).
Ia menjelaskan,
program tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan lahan sekolah yang mencapai
sekitar dua hektare.
Siswa, khususnya
OSIS, dilibatkan secara langsung dalam kegiatan tersebut dengan guru bertindak
sebagai pembimbing.
“Yang
melatarbelakangi ini adalah luas. Yang pertama, SMP Negeri 1 itu lokasinya
sangat luas, dua hektare. Sehingga masih ada lahan yang kosong. Sehingga
bagaimana caranya lahan yang ada ini kita manfaatkan secara maksimal,”
jelasnya.
Menurutnya, kegiatan
tersebut juga menjadi bagian dari Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila
(P5).
Budidaya melon dan
ikan lele sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal konsep ketahanan
pangan melalui praktik secara langsung.
“Ini kan termasuk
ketahanan pangan. Melon kemudian lele itu kan termasuk ketahanan pangan,”
ujarnya.
Ia berharap kunjungan
Bupati Kukar dapat menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan
program dan karya siswa.
“Harapannya setelah
dikunjungi Bapak Bupati, yang pertama menjadi motivasi tersendiri buat SMP
Negeri 1 Tenggarong Seberang untuk lebih maju ke depan,” kata dia.
Ia juga berpesan
kepada para siswa agar tidak berhenti berkarya setelah Expo Pendidikan
berakhir.
“Pesan saya untuk
anak-anak, terutama OSIS dan anak-anak, jangan berhenti sampai di sini.
Teruslah berkarya untuk menjadi anak-anak yang pintar dan hebat di SMP Negeri 1
Tenggarong Seberang khususnya dan Kutai Kartanegara pada umumnya,” tutupnya.
(Adv/Kriz)